INFO
  •  Welcome to Boven Digoel 
  •  BIMTEK WEBSITE PORTAL OPD 
  •  " NUP BAGEN NGGUP BAGENNEP, NGGUP BAGENNEP NUP BAGEN ( SAYA ADA KARENA KAMU ADA, KAMU ADA KARENA SAYA ADA)". 

Lima Investor Siap Buka Kebun Sawit di Boven Digoel

Kamis, 1 Juni 2017

Boven Digoel, Kompas - Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, dilirik sejumlah investor yang ingin menanamkan investasi di bidang perkebunan kelapa sawit. Sebanyak lima perusahaan swasta kini sedang mengajukan izin prinsip kepada Pemerintah Provinsi Papua.

Kepala Bidang Bina Usaha dan Perlindungan Tanaman Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel, Slamet Wahyudi di Tanah Merah, Boven Digoel, Rabu (21/9), berharap investasi di bidang perkebunan itu dapat menggerakkan perekonomian di Boven Digoel. ”Tanah di Boven Digoel ini dinilai cocok untuk tanaman kelapa sawit ataupun karet,” katanya.

Kelima calon investor itu yakni PT Pelita Mega Kencana yang mengajukan izin perkebunan sawit di lahan seluas 40.000 hektar, PT Mitra Usaha Sawitindo (40.000 hektar), PT Agro Tanita Sejati (30.000 hektar), PT Irian Agro Lestari (45.000 hektar), dan PT Nusa Palma Sentosa (40.000 hektar). ”Mereka tinggal menunggu persetujuan izin dari gubernur,” katanya.

Sementara itu, di Provinsi Papua Barat, sekitar 6.000 hektar kebun sawit membutuhkan peremajaan karena usia sawit lebih dari 25 tahun sehingga produktivitas tandan buah segar anjlok hingga 65 persen. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Papua Barat Agus F Wally mengatakan, produktivitas 20 persen lahan kebun sawit di Papua Barat jauh dari target. Biasanya, 1 hektar lahan bisa menghasilkan 8 ton tandan buah segar, tetapi kini hanya menghasilkan paling banyak 3 ton tandan buah segar tiap panen. ”Pohon-pohon sawit itu ditanam PTPN II tahun 1983-1987. Jadi umur pohon sawit sudah tua,” kata Wally.

(THT/RWN)


Simpan sebagai :

Berita terkait :